
Yang Pertama Kali Membukukan Hadis Nabi
Yang pertama kali menaruh perhatian untuk membukukan hadis nabi adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Syihab az-Zuhri al-Madani (rahimahullah)
Shalih bin Kaisan berkata, โAku berkumpul dengan az-Zuhri ketika menuntut ilmu, lalu aku katakan, โMari kita menuliskan sunnah-sunnah, lalu kami menulis khabar (berita) yang datang dari Nabi saw. Kemudian az-Zuhri mengatakan, โMari kita tulis yang datang dari shahabat, karena ia termasuk sunnah jugaโ. Aku katakan, โItu bukan sunnah, sehinga tidak perlu kita tulisโ. Meski demikian az-Zuhri tetap menuliskan berita dari shahabat sedangkan aku tidak, akhirnya dia berhasil sedangkan aku gagalโ[1].
Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra merasa khawatir akan merosot dan hilangnya ilmu karena meninggalnya para ulamaโ maka ia mengutus kepada Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, dan memerintahkan-nya untuk membukukan hadis Rasulullah saw seraya berkata; โLihatlah, apa yang terjadi pada hadis Rasulullah saw atau sunnah, atau hadis dari โAmrah[2], maka tulislah karena aku khawatirkan merosotnya ilmu dan hilangnya ulamaโ[3]โ
______________________________
Baca Juga
- Memahami Hadits Shahih
- Definisi Hadis, Khabar Dan Atsar
- Definisi Ilmu Hadits
- Memahami As-Sunnah (Studi Hadits-1)
- Mengurai Keutamaan 10 Hari Bulan Dzulhijjah dalam Al-Quran dan Hadits
- 3 Sikap Manusia Menghadapi Kesulitan dan Kejayaan
- Menjadi Ummat Terbaik Menurut Rasulullah
- Hadits Cinta Tanah Air
- Adab dan Doa Sebelum Tidur Sempurna Rasululullah saw
- Mendidik dengan Hati, Cinta dan Doa Ala Rasulullah saw
______________________________
Ibnu Hazm menjawab, โPergilah kepada Ibnu Syihab, niscaya Engkau tidak akan menjumpai seorang pun yang lebih mengetahui sunnah dari pada diaโ[4]
Peristiwa tersebut terjadi di penghujung abad pertama Hijriyah. Kemudian setelah az-Zuhri, di pertengahan abad kedua Hijriyah lahirlah tokoh-tokoh yang membukukan hadis nabi. ke dalam bab-bab tertentu seperti Ibnu Juraij, Hasyim, Imam Malik, Maโmar, Ibnu al-Mubarak dan lain-lain.
Dan setelah itu pengumpulan dan kodifikasi hadis berlanjut dengan metode penulisan yang bermacam-macam, seperti musnad, mushannaf, shahih, jamiโ dan mustakhraj. Imam as-Suyuthi, dalam hal ini mengatakan di dalam kitabnya Alfiyah,[5]
Orang pertama yang mengumpulkan hadis dan atsar adalah Ibnu Syihab atas perintah โUmar. Dan yang pertama-tama mengumpulkan hadis berbab-bab, adalah sekelompok ulamaโ di masa yang tak jauh (setelahnya) Seperti Ibnu Juraij, Hasyim, Malik, Maโmar, dan anak (Ibnu) al-Mubarak
[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Saโd di dalam kitab ath-Thabaqat, dan Abu Nuโaim di dalam kitab al-Hilyah, dan juga al-Khathib di dalam kitab Taqyid al-Ilmu
[2] Amrah adalah, Amrah binti Abdurrahman bin Saโd bin Zurarah al-Anshariyah, al-Madaniyah. Ia adalah murid Aโisyah yang banyak meriwayatkan hadis darinya.
[3] Diriwayatkan oleh Ibnu Saโd dan al-Khathib di dalam Taqdim al-Ilmu, dan ad-Darimi menyebutkan di dalam kitab as-Sunan seperti itu
[4] al-Irsyad fi Maโrifati Ulamaโ al-Hadis, al-Khalily, j.1 h.189
